|
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, saya sebagai Ketua RW 08 dan
segenap warga RW 08 mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Bpk
Soeharto, mantan Presiden RI ke 2. Semoga arwah beliau diterima disisi
Allah SWT dan diampuni segala kesalahan, kekhilafan dan dosa-dosa nya;
"padhang o dalane jembar o kubure", amin ya rabbal amin. Selamat jalan
Bpk. Soeharto!
Bagi saya pribadi; Bpk. Soeharto masih merupakan
sosok pemimpin yang luar biasa dan saya mencintai kepemimpinan beliau. Lepas dari permasalahan politik dan
sisi negatif beliau, Indonesia pernah mengalami masa keemasannya selama
dipimpin oleh beliau yang kemudian ambruk lagi di masa reformasi ini.
Bagaimana tidak, dulu kita terkenal dengan negara agraris-nya, terkenal
dengan hasil buminya yang melimpah ruah tapi sekarang .... kedelai aja
import apalagi beras. Dulu, dengan uang seribu rupiah kita bisa
mendapatkan beberapa potong besar tempe, tapi sekarang cuma 2 iris
kecil; harga beras sekilo gak ada seribu rupiah sekarang gak ada
seperempatnya kita dapatkan dengan harga segitu; bensin - minyak tanah
masih murah, sekarang mahalnya minta ampun dan masih banyak lagi
kesulitan lain yang dirasakan oleh rakyat semenjak beliau ini lengser
keprabon .... sedih banget rasanya. Saat reformasi mulai menggantikan
masa-masa kepemimpinan beliau, saya pikir akan membawa perubahan yang
lebih baik dan ternyata tidak. Korupsi semakin meluas dan merajalela,
aneh! apakah dengan reformasi malah akan membuat bangsa Indonesia bisa
bebas sebebas-bebasnya dalam melakukan apapun? kalau saya lihat, malah
Indonesia sekarang ini sudah kehilangan kontrol-nya dan sepertinya
liberalisme mulai menjajah Indonesia.
Mohon maaf bagi pembaca
yang mungkin tidak berkenan dengan tulisan saya ini, ini hanyalah
ungkapan hati kecil dan kesedihan saya saja, opini dari orang yang
tidak mengerti tentang politik. Lepas dari semua itu, kami sebagai
rakyat hanya menginginkan yang terbaik bagi Indonesia, bagi bangsa
Indonesia, bagi rakyat Indonesia sehingga kami bisa menjalani kehidupan
di negeri tercinta ini dengan aman, tenang dan nyaman dan tidak
sebaliknya sebagaimana kami mendengar keluhan dari istri tercinta kami
hari ini.
"Pa mohon maaf yah, lauk tempe-nya cuma cukup untuk
makan pagi saja karena uang belanja mama gak cukup untuk beli tempe
dengan potongan besar"
Karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga Saya berharap peribahasa ini tidak diajukan sebagai dasar untuk menghujat sisi negatif beliau. Terlalu picik bila kita menilai dari sisi negatif saja sedangkan sisi positifnya lebih banyak dan terlalu banyak selama beliau menjabat sebagai Presiden Indonesia tetapi tidak pernah diperhitungkan ataupun di-ingat. Saya sendiri sebagai rakyat yang pernah menjalani kehidupan di masa-masa kepemimpinan beliau tidak pernah mengalami begitu terpuruknya Indonesia seperti ini. Kalaupun kami bisa bertahan hingga saat ini itupun karena kami memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. Kami sangat berharap bahwa suatu saat nanti Indonesia bisa dipimpin lagi oleh orang-orang sehebat beliau dan bahkan lebih hebat lagi.
|