My-Indonesia.Info dan Karang Asem Property |
|
|
|
Saturday, 15 December 2007 04:02 |
phpBender
phpBender, PHP codes injection for Flash
|
| |
|
Ada 2 situs yang menghebohkan pada bulan Desember ini; my-indonesia.info dan karangasemproperty.com (barusan saya cek websitenya kok offline ya). Kasus pertama, pemerintah memberikan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar untuk pengembangan situs my-indonesia.info (mungkin Om Bill Gates atau Om Brin yang mengerjakan webnya) berikut promosinya sepertinya udah termasuk biaya entertain yang dananya diambilkan dari APBN (enak e rek!); beritanya bisa dibaca di Paklik Detik. Sedang kasus berikutnya, karangasemproperty.com heboh dengan jualannya: pulau (gile bener!); beritanya juga bisa dibaca di Paklik Detik.
Yang saya pikirkan sekarang setelah mendapatkan informasi ini tentunya saya harus segera mengadakan pertemuan dengan para share holder untuk membahas:
- Revisi semua marketing plan terutama nilai-nilai proposal
penawaran web development yang akan saya ajukan menjadi sedikit lebih
banyak:
- Untuk target pasar umum atau perusahaan menengah ke
bawah, yang semula bernilai hanya dibawah Rp 10 juta berubah menjadi Rp
10 juta (minimal dan negotiable)
- Untuk target pasar
perusahaan menengah ke atas, yang semula bernilai di kisaran Rp 10 - 50
juta berubah menjadi Rp 50 juta (minimal dan negotiable)
- Untuk
target pasar BUMN dan pemerintah, yang semula bernilai dibawah Rp 100
juta berubah menjadi Rp 5 miliar (minimal dan non-negotiable)
Logis gak ya? sepertinya gak bakalan ada yang mau deh (bagi yang ngerti
internet dan website tentunya) walaupun dari informasi ini bisa
didapatkan kesimpulan bahwa Indonesia (khususnya pemerintah) sudah
mulai melek dan bisa menghargai keberadaan IT, khususnya internet dan
website. Karena dengan memberikan nilai jual yang sedemikian besarnya 17.5 miliar man! hanya untuk sebuah pengembangan website yang tanpa ada user experience-nya dan promosinya, ini sudah cukup memberikan bukti bahwa kemampuan
internet dan website dalam membantu pekerjaan manusia sangatlah bisa
diandalkan. Tentunya persepsi ini lepas dari tindakan KKN yang mungkin hanya sekedar kemungkinan ada di dalamnya.
- Ekspansi
inventaris produk-produk di toko online saya (yang semula hanya
berjualan souvenir, makanan dan lain-lain) dengan produk-produk
properti seperti tanah, bangunan dan gedung.
Gimana kalo ada yang nitip dijualkan pulau-nya pak RW? gak papa! asal jangan sampai dijual ke orang luar, kasihan anak cucu
kita nanti jika sampai kesusahan memiliki rumah di negeri-nya sendiri.
Dan tentunya proses jual-beli ini tetap se-ijin pemiliknya dan sesuai
dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
|