Membandingkan pasar Windows dan Linux dari sisi profit |
| Friday, 30 November 2007 10:32 | |
|
|
|
|
Saya masih ingat pesan bos saya saat saya masih bekerja di sebuah perusahaan web development di Bali (One Interactive ) 5 tahun lalu. Saat itu kami sedang mendapatkan banyak sekali proyek pengembangan website dan hampir semuanya menggunakan ASP atau Active Server Pages yang notabene pemrograman client server berbasiskan Windows. Walau sebetulnya dari sisi teknikal tidak semua klien meminta teknologi tersebut untuk pengembangan websitenya karena yang penting bagi mereka adalah websitenya bisa selesai, segera online dan mereka bisa segera jualan. Namun bos kami meminta semuanya harus dikerjakan dengan pemrograman ASP. Lha .. terus kenapa? Kenapa tidak pakai PHP saja yang dari segi biaya operasionalnya lebih murah dan dari segi keamanan servernya lebih kuat dibandingkan Windows? Sehingga dengan biaya murah ini kita bisa menjual layanan pembuatan website lebih rendah dari biasanya dan tentunya semakin murah semakin menarik banyak minat pelanggan baru. Itulah pertanyaan yang saya ungkapkan langsung kepada beliau. Tapi apa jawabannya, "Listen! If you want to get more profit you have to make sure your client to use Windows and of course ASP is the answer if we are using it. People who are using Windows have a lot of money!" artinya "Dengarkan, kalau kamu ingin mendapatkan profit lebih banyak kamu harus meyakinkan klien kamu untuk menggunakan Windows dan tentunya kita harus menggunakan ASP jika servernya adalah Windows. Orang yang menggunakan Windows pasti mempunyai keuangan yang berlebih!". Jawaban yang bertolak belakang dengan prinsip marketing saya ini membuat saya terkejut dan berpikir lebih dalam. Tapi itu lah kenyataan yang terjadi hingga perusahaan tempat saya bekerja bisa menjual layanan pembuatan website dengan harga yang cukup tinggi dan tentunya mendapatkan profit yang lebih tinggi pula. Lalu, apakah bisa menjual layanan pembuatan website yang berbasiskan PHP dan Linux dengan harga tinggi? jawabannya tergantung kepada kepiawaian anda masing-masing dalam menjual layanan tersebut. <!-- Case closed --> Kasus berikutnya terjadi beberapa bulan lalu pada sebuah warnet teman saya. Saat itu lagi rame-ramenya operasi Windows bajakan oleh pihak berwajib pulisi dan kebetulan warnet teman saya kena grebek juga walaupun dia sudah menggunakan Windows asli di semua PC di warnetnya. Alhasil, beberapa hari kemudian semua Windows di warnetnya diganti dengan Linux.
Dan setelahnya seperti yang sudah saya duga sebelumnya, terjadi kesibukan yang luar biasa dialami oleh operator-operator warnetnya. Belum selesai ngurusin user yang nanya masalah gimana nyimpen file di excelnya open office, udah ada user lain yang nanya lainnya lagi. Repot dah pokoknya. Dan beberapa minggu kemudian warnet teman saya tutup dengan alasan perombakan manajemen dan pembaruan fasilitas. Alhamdulillah ... sekarang udah hampir 3 minggu ini warnet teman saya buka kembali dan ... kembali menggunakan Windows sebagai basic OSnya :) Inilah fenomena yang terjadi hingga saat ini. Windows bagaikan sudah men-darah daging dan memang tidak bisa dipungkiri susahnya berpaling dari Windows. <!-- Case closed --> Memang sebagai seorang marketing atau pemain bisnis kita tidak bisa idealis pada sisi teknikal dan kalau perlu permasalahan teknikal ini ditinggalkan sama sekali karena tentunya profit yang tinggi adalah tujuan utama dari suatu bentuk usaha. Begitu pula dengan saya! kalau ada yang nanya, "pak RW pake OS apa dan pemrograman web yang disukai yang mana?" dengan pasti akan saya jawab, "kalau Windows bisa ngasilin duit ya saya pake Windows dan ASP-nya atau Coldfusion, kalau Linux bisa ngasilin duit ya saya pake Linux dan PHP-nya." Saya kan Opportunity Taker dan yang penting halal! |
|
| Jml Artikel | 132 |
| Total Kunjungan | 54.525 |