Kesalahan dasar dalam menentukan ukuran gambar |
| Wednesday, 02 January 2008 13:04 | |
|
|
|
|
Hari ini aktivitas walkblogging saya membawa ke website Mizan Publishing, salah satu penerbit buku terkemuka di Indonesia. Dari sisi overall, website tersebut sudah cukup bagus (layout, navigasi, dll) dan mengesankan website informatif walaupun tidak ber-orientasi pada sisi desain. Satu sisi, proses aksesnya juga cukup cepat. Namun ada yang aneh saat saya melihat proses loading gambar pada bagian daftar "Buku Terbaru" dan "Buku Terlaris" di website tersebut, terlihat slow dan berat, what's wrong? Padahal ukuran lebar dan tinggi gambarnya hanya 82 x 110 pixel dan 50 x 75 pixel. Dan ketika semua gambar akhirnya muncul setelah sekian detik (karena saya menggunakan Spidi, koneksi internet tercepat dan termurah di Indonesia; prosesnya hanya sekian detik tapi kalau menggunakan koneksi dial up, mungkin sekian menit), kualitas gambarnya tidak terlalu bagus karena raster-nya terlihat kasar atau pixeled kalau orang bule bilang. Iseng-iseng saya klik kanan salah satu gambar dan kemudian pilih menu "View Image" dari menu-menu yang muncul, weladalah .. ternyata gambarnya geeeeeeeeedeeee banget, ber-ukuran lebar dan tinggi 1536 x 2360 pixel serta ukuran file-nya 2,035 Mb byuh byuh byuh. Gak heran kalau proses loading-nya lama! padahal pada halaman pertama website tersebut terdapat 5 thumbnail gambar buku terbaru dan 6 thumbnail gambar buku terlaris. Anda bisa bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproses semuanya. Ya, seharusnya website tersebut memiliki 2 ukuran gambar untuk bagian buku terbaru dan buku terlaris ini, satu ber-ukuran kecil dan difungsikan untuk thumbnail serta satunya lagi ber-ukuran besar. Untuk thumbnail, ukuran gambar harus benar-benar kecil dalam artian sebenarnya baik lebar, tinggi serta ukuran file-nya dan tidak hanya di setting di code-nya seperti ini: <img src="/namafilegambar.jpg" width="82" height="110">
Karena ukuran file tidak bisa dimodifikasi dengan cara seperti di-atas, ukuran file tetap besar dan proses loading-nya juga tetap lama. Masalah ini memang terlihat sepele tetapi tidak jarang kesalahan ini saya temukan di website-website lainnya. Dalam menentukan ukuran gambar, kita tetap harus mempertimbangkan kecepatan koneksi internet yang digunakan oleh pengguna, memberikan kemudahan dan kecepatan dalam meng-akses website adalah tujuan yang harus dicapai dalam membuat desain web sehingga memberikan peluang bagi pengguna tersebut untuk kembali ke website kita. Target lokasi pengguna juga menjadi bahan pertimbangan. Jika target website adalah pengguna internet dari luar negeri, saya rasa tidak masalah jika anda suguhkan gambar-gambar ber-ukuran besar dan ber-resolusi tinggi, tetapi kalau target website anda adalah pengguna internet dari Indonesia saja ... hmmm ... sepertinya metode yang saya jelaskan di-atas adalah solusi yang terbaik. |
|
| Jml Artikel | 132 |
| Total Kunjungan | 77.531 |